Suatu hal menarik dari kajian antropologi medis adalah ketika individu atau
masyarakat menentukan pendekatan atau pengambilan keputusan terhadap penyakit. Pendekatan
sistem kesehatan dan perawatan kini telah diterapkan untuk budaya modern dan
untuk masalah diagnosis antarbudaya dalam hal pengobatan dengan jelas dan
menarik. Terdapat konsep mengenai pasien dan penyembuh dalam konteks budaya
yang mengeksplorasi batasan antara kajian antropologi, kedokteran, dan
psikiatri (Kleinman, 1980). Berbicara mengenai pendekatan atau pengambilan
keputusan terhadap penyakit dari individu atau masyarakat erat kaitannya konsep
yang dikemukakan oleh Arthur Kleinman. Ia menggambarkan sistem perawatan dan
kesehatan sebagai sebuah sistem budaya lokal yang terdiri dari tiga bagian yang
tumpang tindih, yaitu sektor popular, profesional, dan folk.
Sektor popular adalah sektor yang meliputi orang awam, non-profesional,
ataupun non-spesialis. Dikatakan bahwa 70% hingga 90% dari episode penyakit
dikelola di sektor populer (Kleinman 1980 : 50). Hal yang termasuk dalam sektor
popular diantaranya adalah kegiatan mengamati gejala, pelabelan penyakit, kegiatan
memutuskan apa yang harus dilakukan, terlibat dalam kegiatan pencarian
perawatan, menerapkan pengobatan, mengevaluasi dampak dari pengobatan mandiri
dan terapi yang diperoleh dari sektor lain, memanfaatkan keyakinan dan
nilai-nilai tentang penyakit yang merupakan bagian dari struktur kognitif dari
budaya populer juga termasuk dalam sektor popular. Sektor profesional terdiri
dari profesi penyembuhan yang terorganisir seperti dokter. Kemudian, sektor
folk adalah sektor yang non-profesional, non-birokrasi, dan merupakan sektor
spesialis. Sektor ini meliputi kegiatan sakral dan sekuler dalam hal penyembuhan
seperti dukun, psikoterapis tradisional, shaman,
dan folk healers.
Tentunya, setiap orang mempunyai latar belakang budaya dan ilmu pengetahuan
yang berbeda, begitupula mengenai pemahaman tiap orang terhadap penyakit juga
pengobatan atau perawatan pada suatu penyakit. Dari tiga sektor yang telah
dijelaskan oleh Kleinman yaitu sektor popular, profesional, dan folk, terlihat
adanya tumpang tindih diantaranya pada perspektif manusia terhadap penyakit.
Namun, saya melihat dominannya sektor popular yang cenderung banyak digunakan
oleh individu maupun masyarakat terhadap pandangannya pada perawatan suatu
penyakit.
Sebagai contoh, ketika seseorang mengidap penyakit, semisal diabetes,
sektor profesional bermain saat keluarga atau individu yang terjangkit diabetes
membawa dirinya ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter maupun untuk
dirawat. Contohnya, seseorang terlihat lemas, mengeluhkan cepat lapar, dan jika
terkena luka di kulit kemungkinan sulit untuk disembuhkan, keluarga atau
kerabat sekitar memberikan pelabelan bahwa orang tersebut terkena penyakit
diabetes. Dalam kegiatan pencarian perawatan, keluarga dari penderita diabetes
tersebut membawanya ke rumah sakit untuk melakukan perawatan seperti
pemeriksaan kadar gula darah dan diberikan pola makan yang sehat seperti
pengurangan karbohidrat pada menu makanan.
Lalu, sektor folk berperan saat keluarga mengevaluasi dampak dari
pengobatan mandiri dan terapi yang diperoleh dari sektor lain (dalam konteks
ini adalah sektor folk). Kegiatan tersebut berisikan dengan merekomendasikan
untuk meminum obat tradisional ataupun melakukan terapi tradisional dari para orang
pintar (sebutan untuk pihak yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut) yang
mereka percayai. Dari sinilah terlihat bahwa sektor popular lebih dominan di
mana keluarga dari individu yang terjangkit penyakit membuat keputusan, sikap,
dan tindakan terhadap penyakit tersebut. Jika mereka percaya dengan sektor
profesional, mereka akan pergi ke rumah sakit dengan perawatan dari dokter.
Jika mereka lebih percaya terhadap sektor folk, pastilah mereka mengandalkan
obat atau pengobatan tradisional seperti ke dukun atau orang pintar. Lalu, jika
mereka percaya pada kedua sektor tersebut, mereka akan membawa individu
tersebut ke rumah sakit dengan tetap memberikan pengobatan tradisional dari orang
pintar atau dukun. Begitulah pendapat saya mengenai praktek sektor popular yang
bekerja dengan dominan saat individu atau masyarakat melakukan pendekatan dan
pengambilan keputusan pada penyakit.
Konsep penting dalam skema Kleinman lainnya yang masih berhubungan dengan
pendekatan dan pengambilan keputusan pada penyakit dari individu atau masyarakat
adalah Explanatory Model atau model
penjelasan terhadap penyakit. Sebuah model penjelasan adalah penjelasan
seseorang yang diberikan untuk episode penyakit, penjelasan ini sangat penting
karena orang-orang di berbagai sektor cenderung memiliki perbedaan pandangan
dan kadang-kadang bertentangan. Model penjelasan ini mencakup lima aspek dari
pengalaman sakit, diantaranya etologi penyakit (penyebab), kapan dan bagaimana
gejala awal muncul, sifat gejala penyakit (pathofisiology), perjalanan penyakit
(tingkat keparahan: akut, kronis, dll), dan pengobatannya. Model penjelasan
individual yang didasarkan pada penjelasan populer tentang penyakit dan juga
model penjelasan individual tidak statis dalam satu episode penyakit, pasien
dan dokter selalu merevisi penafsiran mereka.
Dalam pandangan saya, model penjelasan Kleinman mempengaruhi pendekatan dan
pengambilan keputusan terhadap penyakit di mana adanya kegiatan melihat sifat
gejala penyakit yang bisa dilihat secara kasat mata ataupun melalui keluhan
dari orang yang terjangkit penyakit. Selain itu, adanya kegiatan melihat
perjalanan penyakit dengan selalu mengontrol keadaan atau kondisi orang yang
terjangkit penyakit, apakah membaik atau memburuk (makin kronis maupun sudah
tahap akut) hingga pada keputusan untuk melakukan pengobatan. Dari model
penjelasan ini, saya tetap melihat adanya dominasi pada sektor popular dalam
pengambilan keputusan terhadap penyakit di mana adanya pengetahuan umum dari
komunitas terhadap suatu gejala penyakit. Pengetahuan umum itu ia peroleh dari
berbagai macam sumber (seperti pengalaman kerabat, televisi, buku self-help) yang mengantarnya pada
pengambilan keputusan yang kemudian ia aplikasikan pada pengobatan penyakit
yang diderita.
REFERENSI:
Kleinman A.
1980. Patients and Healers in the Context of Culture.Berkeley :
University of California Press.
Kleinman A.
1980. Patients and Healers in the Context of Culture.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar